GAMBARAN UMUM
Kecamatan Reagasdengklok salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Karawang Propinsi Jawa Barat dan secara geografis terletak di pantai utara pulau Jawa dengan ketinggian 1,7 meter dari permukaan laut, dengan 107° 02 - 107°40 Bujur Timur dan 5°56 - 6°34 Lintang Selatan. dengan batas wilayah scbagai beriklit :
- Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tirtajaya dan Jakarta
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Kutuwaluya
- Scbelaii Selatan berbatasan dengan Kecamatan Karawang
- Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bekasi yang Yang dibatasi oleh sungai Citarum.
Luas Wilayah Kecamatan Rengasdengklok adalah 3.146 Ha yang terdiri dari tanah sawah seluas : 2.026 Ha dan tanah darat seluas : 1.120 Ha, dengan jumlah penduduk : 101.957 Jiwa teridiri dari Laki-laki : 51.505 Jiwa dan Perempuan : 56.352 Jiwa, jumlah KK 30.078 KK dan mempunyai Wilayah kerja meliputi 9 (sembilan) desa , antara lain
1. Desa Rengasdengklok Selatan;
2. Desa Rengasdengklok Utara;
3. Desa Kertasari;
4. Desa Dewisari;
5. Desa Amansari;
6. Desa Karyasari;
7. Desa Kalangsari;
8. Desa Kalangsuria;
9. Desa Dukuh Karya.
VISI DAN MISI
VISI
Kecamatan Rengasdengklok dalam melaksanakan tugasnya mempunyai Visi sebagai berikut :
"Kecamatan Rengasdengklok Menjadi Pelopor Pembaharuan Manajemen Pemerintahan Melalui Pembangunan Yang Komprehensif Dengan Pelayanan Prima Dan Profesional Berdasarkan Iman Dan Taqwa "
MISI
sebagai perwujudan dari pada Visi Kecamatan Rengasdengklok dalam melaksanakan tugasnya mempunyai Misi sebagai berikut :
“Memberikan Kontribusi Bang Nyata Dalam Pembangunan Di Semua Sektor Dengan Meningkatkan Pengetahuan Sumber Daya Manusia, Meningkatkan Pelayanan Yang Prima, Memotivasi Pelaku Ekonomi Kerakyatan, Melaksanakan Pengawasan Dan Meningkatkan Administrasi Pemerintahan Yang Baik Dan Bersih "
TUPOKSI DAN SOTK
Kecamatan Rengasdengklok adalah merupakan organisasi perangkat Daerah Kabupaten yang mempunyai struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan danKelurahan.
Dengan wilayah kerja 9 (sembilan) desa dan dipimpin oleh Camat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah, serta mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian kewenangan yang dilipahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan Otonomi Daerah. Selain melaksanakan tugas pokok Camat juga melaksanakan tucas Umum Pemerintahan yang meliputi
a. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan Masyarakat;
b. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum;
c. Mengkoordinasikan pencapaian dan pen(-.gakaii peraturan perundang undangan ;
d. Mengkoo rd inasi kan pemelibaraan prasarana dan Fasilitas pelayanan umum;
e. Mengkoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di Tingkat Kecamatan;
f Membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan atau kelurahan;
g. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan atau yang belum dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan.
Kecamatan Rengasdengklok mempunyai fungsi :
a. Pelaksanaan pembinaan, fasilitasi dan penyelenggaraan kegiatan dibidang pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan;
b. Pengkoordinasian penyelonggaraan kegiatan instansi Otonom dan Vertikal yang ada di Wilayah Kerja Kecarnatan Rengasdengklok.
Susunan Organisasi Kecamatan terdiri dari :
a. Camat;
b. Sekretaris Kecamatan yang dibantu oleh Kepala Sub Bidang Keuangan dan Kepegawaian serta Kepala Sub Bidang Pendataan dan Pelaporan;
c. Seksi Pemerintahan;
d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban;
e. Seksi Ekonomi dan Pembangunan;
f. Seksi Kesejahteraan Sosial;
g. Seksi Kependudukan; dan
h. Kelompok jabatan Fungsional.
RENCANA STRATEGIS
Perencanaan Strategis Kecamatan adalah merupakan suatu proses secara sistematis yang berkelanjutan dari perrbualan keputusan, yang beresiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi sccara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusaan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis. Pereacanaan strategis juga merupakan langkah awal untuk rnelakukan pengukuran kinerja serta integrasi antara keahlian cumber daya manusia dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangar, lingkungan, nasional dan global serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional.
SASARAN STRATEGIS
- Meningkatknya kualitas SDM
- Tercapainya Target PAD Kecamatan
- Terwujudnya Sistem Kependudukan yang handal,
- Terciptanya Ketentraman dan ketertiban Wilayah,
- Terwujudnya Rencana Pembangunan yang Komprehensif,
- Meningkatnya efisiensi dan efektifitas pelayanan
- Terciptanya sistem Administrasi Pernerintahan desa yang baik.
- Berkurangnya tingkat kemiskinan
- Meningkatnya ekonomi kerakyatan.
PROGRAM STRATEGIS
- Program Kerja Peagernbangan SDM
- Program Kerja Peningkatan PAD
- Program kerja Pelayanan Masyarakat
- Program Kerja Tertib Administrasi Kependudukan
- Program Kerja Pengernbangan, Pernbangunan
- Program Kerja Kesejahteman Sosial
- Program Kerja Ketertiban dan kearnanan, lingkungan
- Program Kerja Tertib Administrasi Pomerintahan
KEGIATAN STRATEGIS
- Pembuatan KTP dan KK
- Pembinaan Adminstrasi Kependudukan
- Sosialisasi perundang-undangan
- Pendataan Toko, Warung dan kaki lima
- Penertiban Pedagang Kaki lima
- Fasilitator penagihan PBB
- Penerbitan Ijin Usaha perdagangar,
- Merekomendasikan ijin gangguan
- Merekomendasikan ijin bangunan
- Merekomendasikan ijin operasional Sekolah
- Pembinaan aparat Desa dan BPD
- Pembinaan Administrasi Desa
- Merencanakan pernbangunan wilayah (Musrenbang)
- Mengkoordinasikan pembangunan
- Pengawasan pembangunan desa
- Fasilitator Program Raskin.
- Memfasilitasi Program bantuan Desa.
Waktu
SMS GRATISSS.........
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Rengasdengklok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Rengasdengklok. Tampilkan semua postingan
07.59
Rengasdengklok
Rabu, 06 April 2011
05.15
tau kah anda kabupaten karawang?????
kabupaten karawang di kenal sebagai salah satu lumbung padi nasional karena di daerah ini masih terdapat banyak sekali pesawahan. sebagai kota transit dari inukota negara jakata ke wilayh jawa bagian tengah dan timur karawang memiliki potensi sangat cemerlang baik dari segi industri ataupun segi yang lainnya
sehubungan dengan kota transit tersebut tak ayal membuat kabupaten karawang di jejali banyak sekali pabrik baik pabrik berskala nasional maupun multinasional
ada beberapa kawasan industri di kabupaten karawang seperti :
- Karawang International Industrial City (KIIC)
- Kawasan Industri Suryacipta Karawang
- Kawasan Industri Mitra
- Kawasan Industri Bukit Indah City (BIC)
kawasan industri tersebut memiliki akses langsung ke jalan tol sehingga tak ayal para investor untuk menanamkan sahamnya di kabupaten karawang ini
namun kabupaten karawang yang secara geografisnya adalah wilayah pesawahan dan perkebunan berubah wajah menjadi kawasan yang di penuhi banyak pabrik
hal ini juga menjadi bom waktu bagi kabupaten karawang apabila semua wilayah yang ada di sesaki oleh pabrik dan wilayah pertanian semakin sedikit.
pembangunan di karawang harus lah sesuai dengan visi yang di tetapkan oleh kabupaten karawang yakni “TERWUJUDNYA MASYARAKAT KARAWANG YANG SEJAHTERA MELALUI PEMBANGUNAN DI BIDANG PERTANIAN DAN INDUSTRI YANG SELARAS DAN SEIMBANG BERDASARKAN IMAN DAN TAKWA” yang bertujuan agar pembangunan baik sektor perindustrian maupun sektor pertanian tidak berat sebelah yang bisa merugikan salah satu sektor entah itu sektor pertanian maupun perindustrian
kabupaten karawang sendiri memiliki beberapa sektor pariwisata seperti :
* wisata religi, diantaranya :
patilasan syeh quro yang terletak di desa pulo kalapa kecamatan lemah abang
vihara sian jin kupoh yang terletak desa tanjung pura kecamatan karawang barat
* wisata budaya yang terletak di kecamatan batu jaya, diantaranya :
candi jiwa
candi balandongan
* wisata perjuangan, Diantaranya :
tugu kebulatan tekad yang terletak di desa bojong kecamatan rengasdengklok
monumen rawa gede yang terletak di kecamatan rawamerta
* wisata Alam, Diantaranya :
curug cigeuntis, curug santri, curug cipanundaan, curug bandung, curug cikarapyak yang terletak di kecamatan Tegal waru
pantai tanjung pakis yang terletak di kecamatan Pakis jaya
pantai samudera baru yang terletak di desa sungai buntu kecamatan pedes
pantai tanjung baru yang terletak di kacamatan cilamaya
objek-objek yang sangat fantastis diatas harus lah kita sebagai orang asli karawang dukung agar kualitas dan kuantitas nya tidak terkalahkan dengan objek wisata diluar karawang dan diwilayah ibukota
Sumber: Pemerintah Daerah
Karawang Sebagai Kota Lumbung Padi
Senin, 21 Februari 2011
tau kah anda kabupaten karawang?????
kabupaten karawang di kenal sebagai salah satu lumbung padi nasional karena di daerah ini masih terdapat banyak sekali pesawahan. sebagai kota transit dari inukota negara jakata ke wilayh jawa bagian tengah dan timur karawang memiliki potensi sangat cemerlang baik dari segi industri ataupun segi yang lainnya
sehubungan dengan kota transit tersebut tak ayal membuat kabupaten karawang di jejali banyak sekali pabrik baik pabrik berskala nasional maupun multinasional
ada beberapa kawasan industri di kabupaten karawang seperti :
- Karawang International Industrial City (KIIC)
- Kawasan Industri Suryacipta Karawang
- Kawasan Industri Mitra
- Kawasan Industri Bukit Indah City (BIC)
kawasan industri tersebut memiliki akses langsung ke jalan tol sehingga tak ayal para investor untuk menanamkan sahamnya di kabupaten karawang ini
namun kabupaten karawang yang secara geografisnya adalah wilayah pesawahan dan perkebunan berubah wajah menjadi kawasan yang di penuhi banyak pabrik
hal ini juga menjadi bom waktu bagi kabupaten karawang apabila semua wilayah yang ada di sesaki oleh pabrik dan wilayah pertanian semakin sedikit.
pembangunan di karawang harus lah sesuai dengan visi yang di tetapkan oleh kabupaten karawang yakni “TERWUJUDNYA MASYARAKAT KARAWANG YANG SEJAHTERA MELALUI PEMBANGUNAN DI BIDANG PERTANIAN DAN INDUSTRI YANG SELARAS DAN SEIMBANG BERDASARKAN IMAN DAN TAKWA” yang bertujuan agar pembangunan baik sektor perindustrian maupun sektor pertanian tidak berat sebelah yang bisa merugikan salah satu sektor entah itu sektor pertanian maupun perindustrian
kabupaten karawang sendiri memiliki beberapa sektor pariwisata seperti :
* wisata religi, diantaranya :
patilasan syeh quro yang terletak di desa pulo kalapa kecamatan lemah abang
vihara sian jin kupoh yang terletak desa tanjung pura kecamatan karawang barat
* wisata budaya yang terletak di kecamatan batu jaya, diantaranya :
candi jiwa
candi balandongan
* wisata perjuangan, Diantaranya :
tugu kebulatan tekad yang terletak di desa bojong kecamatan rengasdengklok
monumen rawa gede yang terletak di kecamatan rawamerta
* wisata Alam, Diantaranya :
curug cigeuntis, curug santri, curug cipanundaan, curug bandung, curug cikarapyak yang terletak di kecamatan Tegal waru
pantai tanjung pakis yang terletak di kecamatan Pakis jaya
pantai samudera baru yang terletak di desa sungai buntu kecamatan pedes
pantai tanjung baru yang terletak di kacamatan cilamaya
objek-objek yang sangat fantastis diatas harus lah kita sebagai orang asli karawang dukung agar kualitas dan kuantitas nya tidak terkalahkan dengan objek wisata diluar karawang dan diwilayah ibukota
Sumber: Pemerintah Daerah
Label:
Rengasdengklok,
Sejarah Rengasdengklok
04.45
Rumah Kim Hoi bukan rumah sembarangan. Ketika sang kakek, Djiaw Kim Song, masih hidup dan tinggal di rumah ini,rumah ini dipakai pemuda untuk membawa pemuda Soekarno dan Hatta. Di rumah inilah naskah proklamasi disusun pada 16 Agustus 1945, sebelum dibacakan esok harinya di Jakarta.
Daerah Rengasdengklok selama ini dikenal sebagai cikal bakal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurut catatan sejarah, peristiwa tersebut bermula dari "penculikan" Soekarno dan Hatta yang dilakukan oleh sejumlah pemuda dimotori Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh.
Soekarno-Hatta dibawa ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 pukul 04.30 WIB. Pada 65 tahun lalu, umat muslim pun sedang berpuasa Ramadan. Rombongan Soekarno-Hatta berangkat ke Rengasdengklok selepas sahur. Di daerah itu Soekarno dan Hatta didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan RI.
Selama di Rengasdengklok, Soekarno bersama Fatmawati, Guntur, dan Hatta diinapkan di rumah seorang petani bernama Djiaw Ki Song. Dipilihnya rumah itu sebagai tempat bermalam kedua tokoh proklamator ini, lantaran lokasinya berada di belakang markas Pembela Tanah Air (Peta) wilayah Karawang-Bekasi.
"Para pemuda dan pejuang saat itu memilih rumah Ki Song hanya demi keamanan saja. Apalagi warga setempat kala itu menganggap dia sebagai seorang dermawan yang sering membantu logistik para pejuang. Jadi Djiaw diberi tugas untuk menjamin makan dan malam kedua tokoh tersebut," beber Sukarman, peneliti sejarah Karawang.
Saat Soekarno sekeluarga dan Hatta bermalam di rumah tersebut, Ki Song dan istrinya diungsikan ke rumah anak sulungnya yang berjarak 300 meter dari rumah itu.
Rumah itu menjadi bersejarah, kata Sukarman, lantaran di sana Soekarno dan Hatta bersama sejumlah pemuda menyusun konsep pembacaan proklamasi. Bahkan, kata Sukarman, sebelum Sang Saka Merah Putih dikibarkan di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta Pusat, sejumlah pemuda di Rengasdengklok telah mengibarkan bendera merah putih di Kantor Asisten Kewedanan, yang sekarang menjadi Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
"Saat itu para pemuda telah mengibarkan bendera warna merah putih di depan kantor asisten kewedanan, pada 16 Agustus 1945, sore hari," ungkap Sukarman.
Itu sebabnya, bagi warga Karawang, peristiwa Rengasdengklok itu dianggap sebagai cikal bakal kemerdekaan RI. Mereka kemudian menyebut daerah Rengasdengklok sebagai pangkal perjuangan.
Untuk mengenang peristiwa itu, sebuah Tugu Pangkal Perjuangan pun dibuat di atas lahan yang sebelumnya merupakan markas PETA. Tugu tersebut didirikan pada 1972. Namun, rumah yang dahulu jadi tempat menginap Soekarno dan Hatta pada 16 Agustus 1945, kini sudah tidak tersisa.
Sebabnya, rumah milik Djiaw Ki Song yang asli sudah terkena abrasi sungai Citarum yang melintas di kawasan Rengasdengklok. Sebelum rumahnya terkikis sungai Citarum, Djiaw Ki Song segera memindahkan rumah berikut peralatan rumah tangga yang digunakan kedua tokoh proklamator tersebut sejak 1957.
"Jadi rumah yang jadi museum Rengasdengklok merupakan replikanya saja. Sebab rumah aslinya sudah dibongkar karena lahannya sudah jadi sungai," jelas Sukarman.
Bukan hanya rumahnya saja yang lenyap, seluruh peralatan rumah tangga, seperti piring, gelas, kursi, dan tempat tidur yang digunakan Sokerano dan Hatta juga telah dipindah ke museum.
Meski hanya replika, namun rumah berukuran 12 x 40 meter itu masih tetap dikunjungi beberapa orang. Pengunjung masih bisa melihat kamar serta ruang tamu tempat Soekarno dan Hatta menyusun konsep proklamasi.
Saat ini cucu Djiaw Ki Song, yakni Djiaw Kim Hoi yang menunggui dan merawat rumah itu. Perempuan itu pula yang selalu menemani dan menerangkan para pengunjung yang datang. Bagi pengunjung dan warga Karawang, sekalipun rumah Ki Song dan markas PETA telah lenyap, namun semangat pemuda yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok tetap terkenang.
Rengasdengklok, Cikal-Bakal Proklamasi Kemerdekaan RI
Rumah Kim Hoi bukan rumah sembarangan. Ketika sang kakek, Djiaw Kim Song, masih hidup dan tinggal di rumah ini,rumah ini dipakai pemuda untuk membawa pemuda Soekarno dan Hatta. Di rumah inilah naskah proklamasi disusun pada 16 Agustus 1945, sebelum dibacakan esok harinya di Jakarta.
Daerah Rengasdengklok selama ini dikenal sebagai cikal bakal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Menurut catatan sejarah, peristiwa tersebut bermula dari "penculikan" Soekarno dan Hatta yang dilakukan oleh sejumlah pemuda dimotori Soekarni, Wikana, dan Chaerul Saleh.
Soekarno-Hatta dibawa ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 pukul 04.30 WIB. Pada 65 tahun lalu, umat muslim pun sedang berpuasa Ramadan. Rombongan Soekarno-Hatta berangkat ke Rengasdengklok selepas sahur. Di daerah itu Soekarno dan Hatta didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan RI.
Selama di Rengasdengklok, Soekarno bersama Fatmawati, Guntur, dan Hatta diinapkan di rumah seorang petani bernama Djiaw Ki Song. Dipilihnya rumah itu sebagai tempat bermalam kedua tokoh proklamator ini, lantaran lokasinya berada di belakang markas Pembela Tanah Air (Peta) wilayah Karawang-Bekasi.
"Para pemuda dan pejuang saat itu memilih rumah Ki Song hanya demi keamanan saja. Apalagi warga setempat kala itu menganggap dia sebagai seorang dermawan yang sering membantu logistik para pejuang. Jadi Djiaw diberi tugas untuk menjamin makan dan malam kedua tokoh tersebut," beber Sukarman, peneliti sejarah Karawang.
Saat Soekarno sekeluarga dan Hatta bermalam di rumah tersebut, Ki Song dan istrinya diungsikan ke rumah anak sulungnya yang berjarak 300 meter dari rumah itu.
Rumah itu menjadi bersejarah, kata Sukarman, lantaran di sana Soekarno dan Hatta bersama sejumlah pemuda menyusun konsep pembacaan proklamasi. Bahkan, kata Sukarman, sebelum Sang Saka Merah Putih dikibarkan di Jalan Pegangsaan Timur No 56, Jakarta Pusat, sejumlah pemuda di Rengasdengklok telah mengibarkan bendera merah putih di Kantor Asisten Kewedanan, yang sekarang menjadi Kantor Kecamatan Rengasdengklok.
"Saat itu para pemuda telah mengibarkan bendera warna merah putih di depan kantor asisten kewedanan, pada 16 Agustus 1945, sore hari," ungkap Sukarman.
Itu sebabnya, bagi warga Karawang, peristiwa Rengasdengklok itu dianggap sebagai cikal bakal kemerdekaan RI. Mereka kemudian menyebut daerah Rengasdengklok sebagai pangkal perjuangan.
Untuk mengenang peristiwa itu, sebuah Tugu Pangkal Perjuangan pun dibuat di atas lahan yang sebelumnya merupakan markas PETA. Tugu tersebut didirikan pada 1972. Namun, rumah yang dahulu jadi tempat menginap Soekarno dan Hatta pada 16 Agustus 1945, kini sudah tidak tersisa.
Sebabnya, rumah milik Djiaw Ki Song yang asli sudah terkena abrasi sungai Citarum yang melintas di kawasan Rengasdengklok. Sebelum rumahnya terkikis sungai Citarum, Djiaw Ki Song segera memindahkan rumah berikut peralatan rumah tangga yang digunakan kedua tokoh proklamator tersebut sejak 1957.
"Jadi rumah yang jadi museum Rengasdengklok merupakan replikanya saja. Sebab rumah aslinya sudah dibongkar karena lahannya sudah jadi sungai," jelas Sukarman.
Bukan hanya rumahnya saja yang lenyap, seluruh peralatan rumah tangga, seperti piring, gelas, kursi, dan tempat tidur yang digunakan Sokerano dan Hatta juga telah dipindah ke museum.
Meski hanya replika, namun rumah berukuran 12 x 40 meter itu masih tetap dikunjungi beberapa orang. Pengunjung masih bisa melihat kamar serta ruang tamu tempat Soekarno dan Hatta menyusun konsep proklamasi.
Saat ini cucu Djiaw Ki Song, yakni Djiaw Kim Hoi yang menunggui dan merawat rumah itu. Perempuan itu pula yang selalu menemani dan menerangkan para pengunjung yang datang. Bagi pengunjung dan warga Karawang, sekalipun rumah Ki Song dan markas PETA telah lenyap, namun semangat pemuda yang terlibat dalam peristiwa Rengasdengklok tetap terkenang.
Label:
Rengasdengklok,
Sejarah Rengasdengklok
07.19
Suasana sebelum Pengungsian Ir.Soekarno
Senin, 07 Februari 2011
Sob, pasti sobat pernah ngedenger Ir.Soekarno ke Rengasdengklok. Nah, hampir banyak orang menyebutnya dengan "Penculikan Ir.Soekarno ke Rengasdengklok." Nah sebenarnya disini ada salah pengertian kata, dari kata "Penculikan".
Dalam kamus bahasa indonesia, Penculikan itu berasal kata 'Culik". Nah, sebenarnya culik itu identik dengan kekerasan dan hal-hal yang berbau negative. Kata yang tepat untuk penggunaan kata tersebut seharusnya "pengungsian". jadi judul syang seharusnya dipakai adalah "Pengungsian Ir.Soekarno ke Rengasdengklok"
Nah, ada beberapa hal sob, kenapa Ir. Soekarno diungsikan kerengasdengklok, Yaitu:
1. Dalam Bidang Politik => Suasana Politik menjelang kemerdekaan indonesia makin tegang dan memanas. Karena golongan tua dan golongan muda memegang teguh pendapat masing-masing
2. Golongan tua, Dalam hal ini masih tetap berpegang tegh pada janji jepang memerdekakan kemerdekaan indonesia. Untuk menyongsing kemerdekaan indonesia, Hatta berusaha mempersiapkan pernyataan kemerdekaan. Pada tanggal 16 Agustus 1945 akan diadakan sidang panitia persiapan kemerdekaan indonesia (PPKI) untuk melaksanakan kemerdekaan indonesia itu, Mengesahkan undang-undang dasar, Memilih kepala pemerintah dipusat dan daerah. Jadi kalo menurut rekayasa golongan tua, kemerdekaan indonesia untuk merealisaikan janji jepang akan dilaksanakan dilapangan ikada pada tanggal 16 Agustus, 1945 melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk menetapkan undang-undang dasr dan sistem pemerintahanya.
3. Golongan muda, Golongan pemuda dengan penuh emosi mendesakan kemauanya agar Soekarno Mengumumkan kemerdekaan indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945. Nah, sob dari sini kita dapt menyimpulkan rekayasa golongan pemuda kemerdekaan indonesia itu harus melepas dari pengaruh jepang. Sebenernya itu kagak masuk akal sob, karena Jepang sebagai negara fasis yang mengorbankan perang dunia adalah negara sekutu. Indonesia yang dimerdekakan oleh jepang adalah negara sekutu juga. haha...
4. Golongan pemuda tetap menaruh harapan kepada IR soekarno dan Hatta memjadi Presiden Indonesia. Nah dari sini kita bisa lihat sob, Si Golongan pemuda itu tak lepas dari Ir,Soekarno dan Hatta.
5. Golongan tua yang hadir dalam pertemuan tanggal 15 Agustus 1945 malam di rumah Ir.Soekarno, disamping Ir. Soekarno dan Hatta juga, akan hadir orang penting lainya. Seperti Dr.Buntaran, Dr.Samsi, Mr.Ahmad Subarjo, dan Mr. Iwa Koesoema soemantri. golongan tua itu sangat memperhatikan situasi nyata pada waktu itu, kondisi tentara jepang masih utuh, Sekalipun golongan tua malam itu sudah mengetahui bahwa jepang telah menyerah. hahahaha..
Dalam kamus bahasa indonesia, Penculikan itu berasal kata 'Culik". Nah, sebenarnya culik itu identik dengan kekerasan dan hal-hal yang berbau negative. Kata yang tepat untuk penggunaan kata tersebut seharusnya "pengungsian". jadi judul syang seharusnya dipakai adalah "Pengungsian Ir.Soekarno ke Rengasdengklok"
Nah, ada beberapa hal sob, kenapa Ir. Soekarno diungsikan kerengasdengklok, Yaitu:
1. Dalam Bidang Politik => Suasana Politik menjelang kemerdekaan indonesia makin tegang dan memanas. Karena golongan tua dan golongan muda memegang teguh pendapat masing-masing
2. Golongan tua, Dalam hal ini masih tetap berpegang tegh pada janji jepang memerdekakan kemerdekaan indonesia. Untuk menyongsing kemerdekaan indonesia, Hatta berusaha mempersiapkan pernyataan kemerdekaan. Pada tanggal 16 Agustus 1945 akan diadakan sidang panitia persiapan kemerdekaan indonesia (PPKI) untuk melaksanakan kemerdekaan indonesia itu, Mengesahkan undang-undang dasar, Memilih kepala pemerintah dipusat dan daerah. Jadi kalo menurut rekayasa golongan tua, kemerdekaan indonesia untuk merealisaikan janji jepang akan dilaksanakan dilapangan ikada pada tanggal 16 Agustus, 1945 melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk menetapkan undang-undang dasr dan sistem pemerintahanya.
3. Golongan muda, Golongan pemuda dengan penuh emosi mendesakan kemauanya agar Soekarno Mengumumkan kemerdekaan indonesia pada tanggal 15 Agustus 1945. Nah, sob dari sini kita dapt menyimpulkan rekayasa golongan pemuda kemerdekaan indonesia itu harus melepas dari pengaruh jepang. Sebenernya itu kagak masuk akal sob, karena Jepang sebagai negara fasis yang mengorbankan perang dunia adalah negara sekutu. Indonesia yang dimerdekakan oleh jepang adalah negara sekutu juga. haha...
4. Golongan pemuda tetap menaruh harapan kepada IR soekarno dan Hatta memjadi Presiden Indonesia. Nah dari sini kita bisa lihat sob, Si Golongan pemuda itu tak lepas dari Ir,Soekarno dan Hatta.
5. Golongan tua yang hadir dalam pertemuan tanggal 15 Agustus 1945 malam di rumah Ir.Soekarno, disamping Ir. Soekarno dan Hatta juga, akan hadir orang penting lainya. Seperti Dr.Buntaran, Dr.Samsi, Mr.Ahmad Subarjo, dan Mr. Iwa Koesoema soemantri. golongan tua itu sangat memperhatikan situasi nyata pada waktu itu, kondisi tentara jepang masih utuh, Sekalipun golongan tua malam itu sudah mengetahui bahwa jepang telah menyerah. hahahaha..
07.13
Detik-detik Proklamasi
Sob, kami sebagai warga rengasdengklok, kami selalu mengingat Deti-detik kemerdekaan indonesia. Nah detik-detik kemerdekaan indonesia itu kalo gak salah terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta, pada waktu bulan Puasa.. Sebenarnya daerah yang pertama kali merasakan kemerdekaan adalah rengasdengklok, tapi banyak orang yang kurang mengetahui tentang sejarah Rengasdengklok. Nah pada waktu Ir. Soekarno membacakan teks Proklamasi pukul 11-an, di Jln. Pegangsaan timur no. 56 maka begitu senanglah warga seluruh indonesia.. Nah, pada waktu sebelumnya pukul 9.45 pagi itu Moh. Hatta dateng ke rumah Bung Karno dan langsung menemui IR. Soekarno. Kemudian mereka mendiskusikan langkah tegas dedepanpengeras suara (Microfont) atas nama bangsa indonesia membacakan teks proklamasi kemerdekaan indonesia. yang berbunyi:
"Saudara-saudara sekalian !
Saya mainta saudara-saudara hadir untuk menyaksikan satu peristiwa penting dalam sejarah kita."
Sebenarnya sob, Berpuluh-puluh tahun bangsa kita telah berjuang untuk kemerdekaan indonesia. Bahkan telah beratus-ratus tahun gelombang aksi untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naik dan turunya, Tapi jiwa kita tetap satu rah, sob. Untuk mencapai kemerdekaan. Juga pula dengan di zaman jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak ada henti-hentinya.
"Saudara-saudara sekalian !
Saya mainta saudara-saudara hadir untuk menyaksikan satu peristiwa penting dalam sejarah kita."
Sebenarnya sob, Berpuluh-puluh tahun bangsa kita telah berjuang untuk kemerdekaan indonesia. Bahkan telah beratus-ratus tahun gelombang aksi untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naik dan turunya, Tapi jiwa kita tetap satu rah, sob. Untuk mencapai kemerdekaan. Juga pula dengan di zaman jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak ada henti-hentinya.
06.24
Pemuda pejuang Rengasdengklok
Rabu, 19 Januari 2011
Berikut ini adalah nama nama tokoh pemuda yang membawa presiden Ir.Soekarno dan Bung Hatta diungsikan ke Rengasdengklok yang diambil dari Wikipedia.
* Soekarni
* Jusuf Kunto
* Chaerul Saleh
* Shodancho Singgih, perwira PETA dari Daidan I Jakarta sebagai pimpinan rombongan penculikan.
Shodancho Sulaiman
* Chudancho Dr. Soetjipto
* Chudancho Subeno sebagai pemimpin Cudan Rengasdengklok (setingkat kompi). Chudan Rengasdengklok memiliki 3 buah Shodan (setingkat pleton) yaitu Shodan 1 dipimpin Shodancho Suharjana, Shodan 2 dimpimpin Shodancho Oemar Bahsan dan Shodan 3 dipimpin Shodancho Affan.
* Honbu (staf) yang dipimpin oleh Budancho Martono.
* Kiki Abdul Gani
* Soekarni
* Jusuf Kunto
* Chaerul Saleh
* Shodancho Singgih, perwira PETA dari Daidan I Jakarta sebagai pimpinan rombongan penculikan.
Shodancho Sulaiman
* Chudancho Dr. Soetjipto
* Chudancho Subeno sebagai pemimpin Cudan Rengasdengklok (setingkat kompi). Chudan Rengasdengklok memiliki 3 buah Shodan (setingkat pleton) yaitu Shodan 1 dipimpin Shodancho Suharjana, Shodan 2 dimpimpin Shodancho Oemar Bahsan dan Shodan 3 dipimpin Shodancho Affan.
* Honbu (staf) yang dipimpin oleh Budancho Martono.
* Kiki Abdul Gani
06.20
Sejarah Rengasdengklok
Sejarah rengasdengklok mkini memang hanya segelintir orang saja yang tau, meskipun sebenanya rengasdengklok merupakan daerah penting dalam rangka kemerdekaan indonesia.. karena sebenarnya lebih dahuluan rengasdengklok merdekanya dibandingkan kota-kota atau daerah lainya..
Disini kami admin Anak Rengasdengklok akan mempublikasikan betapa pentinganya sejarah rengasdengklokk, yang diambil dari situs Guskar.com dan kamiedit agar pembaca lebih jelas.
Sebenarnya Buku kajian tentang Karawang tidak pernah dibuat loh, bahkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang pun. Untung saja Upaya anak rengasdengklok selaku perkumpulan komunitas dan anak muda penerus pejuang pahlawan rengasdengklok menyajikan dengan segala potensinya patut sebagai contoh dan mendapatkan apresiasi yang tinggi.
Sebagai asli penduduk rengasdengklok, kami selaku admin rengasdengklok sangat bangga ketika buku berjudul Rengasdengklok Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945 ini menghiasi toko-toko buku ternama di wilayah rengasdengklok dan sekitanya maupun didareh luar kota karawang. Siapa yang tidak mengenal Rengasdengklok? Ketenarannnya bahkan melampaui kota Karawang..Sebenarnya pun menurut kami kota karawang terkenal dengan sejarah rengasdengklok-nya. Ya,,, Rengasdengklok populer karena adanya peristiwa bersejarah tanggal 16 Agustus 1945, sehari sebelum diproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.
Buku yang sampulnya bergambar Monumen Suroto Kunto ini memokuskan perhatian pada rangkaian peristiwa yang terjadi di Rengasdengklok sehari sebelum proklamasi kemerdekaan. Meskipun peristiwa itu hanyalah merupakan bagian dari riwayat daerah ini.
Rengasdengklok, suatu kota kecil di Kabupaten Karawang selalu menjadi bahan pembicaraan menarik, terutama pada setiap menjelang HUT RI. Tepat sehari sebelum proklamasi, para pemuda dan anggota PETA membawa Bung Karno dan Bung Hatta disertai Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarnoputra yang masih bayi ke kota kecil ini. Padahal, pada hari yang sama Bung Karno dan Bung Hatta rencananya akan memimpin rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Kehadiran kedua pemimpin Bangsa Indonesia di Rengasdengklok menjadi lebih menarik karena adanya satu peristiwa unik lainnya. Pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945 itu, di halaman pendopo kawedanan berlangsung upacara penurunan Bendera Jepang Hinamaru, yang diikuti penaikan Sang Saka Merah Putih. Peristiwa itu dilanjutkan dengan pernyataan kemerdekaan oleh camat setempat. Di sinilah kemudian bisa disebut bahwa peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 sebetulnya membalik sejarah nasional 180 derajat! Bila skenario awal tetap dijalankan, Indonesia akan memperoleh kemerdekaan yang sudah dipersiapkan bersama-sama dengan Jepang. Pembentukan lembaga seperti Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan PPKI merupakan rangkaian dari proses tersebut.
Selain menguak peristiwa Rengasdengklok, buku ini juga mengungkap peristiwa lain yang langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan proklamasi dan revolusi kemerdekaan yang pecah setelah itu, antara lain peristiwa penculikan Letkol Suroto Kunto yang didampingi Mayor Adel Sofyan, Kopral Muhayar dan Prajurit Murod sepulang melakukan perundingan dengan Dewan Pimpinan Laskar Rakyat Djakarta Raya (LRDR) di Bekasi. Namun sekembalinya dari berunding keempatnya diculik di daerah Warungbambu, sebuah daerah yang terletak di sisi jalan raya Karawang-Cikampek. Keempatnya dinyatakan hilang. Tepat di mana ditemukan mobil sedan yang pernah ditumpangi Letkol Suroto Kunto dan stafnya, kemudian didirikan tugu peringatan Suroto Kunto. Peristiwa lainnya yaitu pembantaian ratusan warga Desa Rawagede, tetangga Rengasdengklok oleh pasukan Belanda pada 9 Desember 1947. Dalam peristiwa ini muncul nama pejuang lokal, seperti Kapten Lukas Kustarjo.
Tak kalah menarik, buku ini juga mengulas huru-hara di Rengasdengklok tanggal 30 Januari 1997 yang menyebabkan kota kecil Rengasdengklok luluh lantak, juga membahas nasib Monumen Rengasdengklok dan sebutan predikat Lumbung Padi untuk Karawang.
kami merekomendasikan agar warga Karawang membaca buku ini. Mudah-mudahan perpustakaan Pemerintah Kabupaten Karawang sudah mengoleksi buku ini sehingga warga Karawang dengan mudah dapat mengaksesnya.
atas kunjunganya, kami ucapkan terima kasih banyak ya..
Salam kami "Admin Rengasdengklok selatan (Bojong)."
Disini kami admin Anak Rengasdengklok akan mempublikasikan betapa pentinganya sejarah rengasdengklokk, yang diambil dari situs Guskar.com dan kamiedit agar pembaca lebih jelas.
Sebenarnya Buku kajian tentang Karawang tidak pernah dibuat loh, bahkan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang pun. Untung saja Upaya anak rengasdengklok selaku perkumpulan komunitas dan anak muda penerus pejuang pahlawan rengasdengklok menyajikan dengan segala potensinya patut sebagai contoh dan mendapatkan apresiasi yang tinggi.
Sebagai asli penduduk rengasdengklok, kami selaku admin rengasdengklok sangat bangga ketika buku berjudul Rengasdengklok Revolusi dan Peristiwa 16 Agustus 1945 ini menghiasi toko-toko buku ternama di wilayah rengasdengklok dan sekitanya maupun didareh luar kota karawang. Siapa yang tidak mengenal Rengasdengklok? Ketenarannnya bahkan melampaui kota Karawang..Sebenarnya pun menurut kami kota karawang terkenal dengan sejarah rengasdengklok-nya. Ya,,, Rengasdengklok populer karena adanya peristiwa bersejarah tanggal 16 Agustus 1945, sehari sebelum diproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.
Buku yang sampulnya bergambar Monumen Suroto Kunto ini memokuskan perhatian pada rangkaian peristiwa yang terjadi di Rengasdengklok sehari sebelum proklamasi kemerdekaan. Meskipun peristiwa itu hanyalah merupakan bagian dari riwayat daerah ini.
Rengasdengklok, suatu kota kecil di Kabupaten Karawang selalu menjadi bahan pembicaraan menarik, terutama pada setiap menjelang HUT RI. Tepat sehari sebelum proklamasi, para pemuda dan anggota PETA membawa Bung Karno dan Bung Hatta disertai Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarnoputra yang masih bayi ke kota kecil ini. Padahal, pada hari yang sama Bung Karno dan Bung Hatta rencananya akan memimpin rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Kehadiran kedua pemimpin Bangsa Indonesia di Rengasdengklok menjadi lebih menarik karena adanya satu peristiwa unik lainnya. Pada Kamis tanggal 16 Agustus 1945 itu, di halaman pendopo kawedanan berlangsung upacara penurunan Bendera Jepang Hinamaru, yang diikuti penaikan Sang Saka Merah Putih. Peristiwa itu dilanjutkan dengan pernyataan kemerdekaan oleh camat setempat. Di sinilah kemudian bisa disebut bahwa peristiwa Rengasdengklok 16 Agustus 1945 sebetulnya membalik sejarah nasional 180 derajat! Bila skenario awal tetap dijalankan, Indonesia akan memperoleh kemerdekaan yang sudah dipersiapkan bersama-sama dengan Jepang. Pembentukan lembaga seperti Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan PPKI merupakan rangkaian dari proses tersebut.
Selain menguak peristiwa Rengasdengklok, buku ini juga mengungkap peristiwa lain yang langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan proklamasi dan revolusi kemerdekaan yang pecah setelah itu, antara lain peristiwa penculikan Letkol Suroto Kunto yang didampingi Mayor Adel Sofyan, Kopral Muhayar dan Prajurit Murod sepulang melakukan perundingan dengan Dewan Pimpinan Laskar Rakyat Djakarta Raya (LRDR) di Bekasi. Namun sekembalinya dari berunding keempatnya diculik di daerah Warungbambu, sebuah daerah yang terletak di sisi jalan raya Karawang-Cikampek. Keempatnya dinyatakan hilang. Tepat di mana ditemukan mobil sedan yang pernah ditumpangi Letkol Suroto Kunto dan stafnya, kemudian didirikan tugu peringatan Suroto Kunto. Peristiwa lainnya yaitu pembantaian ratusan warga Desa Rawagede, tetangga Rengasdengklok oleh pasukan Belanda pada 9 Desember 1947. Dalam peristiwa ini muncul nama pejuang lokal, seperti Kapten Lukas Kustarjo.
Tak kalah menarik, buku ini juga mengulas huru-hara di Rengasdengklok tanggal 30 Januari 1997 yang menyebabkan kota kecil Rengasdengklok luluh lantak, juga membahas nasib Monumen Rengasdengklok dan sebutan predikat Lumbung Padi untuk Karawang.
kami merekomendasikan agar warga Karawang membaca buku ini. Mudah-mudahan perpustakaan Pemerintah Kabupaten Karawang sudah mengoleksi buku ini sehingga warga Karawang dengan mudah dapat mengaksesnya.
atas kunjunganya, kami ucapkan terima kasih banyak ya..
Salam kami "Admin Rengasdengklok selatan (Bojong)."
Langganan:
Postingan (Atom)





